Implementation of Absentia Trials in Corruption Cases
DOI:
https://doi.org/10.55927/fjmr.v4i3.94Keywords:
Trial in Absentia, Corruption, ImplementationAbstract
The settlement of a case should present the defendant in court, but in In Absentia trials, especially regarding corruption cases, can be carried out even without the presence of the defendant. This study aims to find out the legal regulations in absentia regarding Corruption and the judge's considerations in deciding cases in absentia against corruption cases number 71 / Pid.Sus-TPK / 2022 / PN MDN. This study uses a normative legal research method, namely legal research carried out by reviewing legal library materials and secondary data. In Absentia regulations are contained in Article 38 paragraph (1) of Law Number 31 of 1999 in conjunction with Law Number 20 of 2001 concerning the Eradication of Corruption. In absentia trials against corruption cases are not only to create a deterrent effect but also to save state assets. One of the things that plays a role as a basis for judges' considerations in deciding cases In Absentia against corruption is to review the aggravating and mitigating conditions for the perpetrator. One of the aggravating conditions in this In Absentia case is that the perpetrator is not cooperative and runs away from the legal process that ensnares him.
References
Akub, Riswal Saputra, dan Syukri. "Pelaksanaan Peradilan In Absentia dalam Penanganan Tindak Pidana Korupsi dan Relevansinya dengan Hak-Hak Terdakwa." Perspektif Hukum, vol. 20, no. 1, 2020, pp. 1-10.
Dr. Subianto SH.MH, Rekontruksi Peradilan in Absentia: Solusi atas kekosongan Hukum di Indonesia. Penerbit Buku Pendidkan Deepublish. 2025.
Enschede, Ch. J. Beginselen Van Strafrecht, Dikutip dari Eddy O.S. Hiariej, Prinsip-Prinsip Hukum Pidana, Cahaya Atma Pustaka, Yogyakarta, 2014.
Huda, M. Hukum Acara Pidana dan Praktik. Jakarta: Sinar Grafika 2015.
Mangoli, Arly Y. "Eksistensi Peradilan In Absentia dalam Hukum Acara Pidana di Indonesia Menurut KUHAP." Lex Crimen, vol. 5, no. 3, 2016, pp. 1-10.
Pasal 18 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001. 24 Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.
Rahardjo, S. Korupsi dan Hukum Pidana: Analisis In Absentia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar 2017.
Rifai, Eddy.Peradilan In Absentia dalam Tindak Pidana Korupsi. Universitas Lampung, 2020.
Sihombing, R. Persidangan In Absentia dalam Perakra Korupsi: Tinjauan Hulkum dan Praktik. Bandung: Alfabeta 2018.
Suarnawan, I Made. Pemeriksaan In Absentia dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi. Gramedia Widiasarana Indonesia, 2022.
Sulistiyono, Adi, dan Isharyanto. Sistem Peradilan di Indonesia dalam Teori dan Praktik. Prenadamedia Group, 2018.
Tajuddin, Mulyadi Alrianto. "Penerapan Pidana Tambahan Uang Pengganti sebagai Premium Remedium dalam rangka Pengembalian Kerugian Keuangan Negara." Jurnal Yurisprudensi, vol. 2, no. 5, 2015, pp. 53-64.
Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman di Indonesia.
Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana dan Undang-undang Dasar 1945.
Waelang, P. Iskandar. "Peradilan In Absentia Pada Perkara Tindak Pidana Korupsi." Corruptio, vol. 1, no. 1, 2020, pp. 27-34.
Yulianto, B. In Absentia: Implikasi Hukum dalam Perakara Korupsi. Jakarta: Kencana 2021.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Natal Gurning, July Esther, Roida Nababan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





























